Sepasang sepatu
yang dulu biasa disemir debu
kini masih tergolek disitu
baru kemarin,
mereka pulang dalam ritme duka
dan selanjutnya,
belum ada lagi yang mengajaknya
melangkah,
mungkin sampai lusa
empat kali lusa
tujuh kali lusa
atau sampai waktu yang, entah!
Senin, 01 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar